Menu berbuka puasa biasanya tidak jauh-jauh dari teh manis dan/atau kurma. Lantas bolehkah memilih bahan makanan lain seperti buah-buahan sebagai menu berbuka puasa?
dr AR Inge Permadhi, MS, SpGK dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo mengatakan, ini sangat diperbolehkan.

“Misalnya ada orang yang nggak suka minuman manis, bisa digantikan dengan buah-buah seperti semangka atau apel,” jelasnya kepada detikHealth baru-baru ini.

Ditambahkan dr David Fadjar Putra, MS, SpGK, semua buah yang menyegarkan itu baik untuk berbuka puasa, di antaranya melon, apel atau jeruk. “Tapi yang manis ya, jangan yang asam,” saran dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Pondok Indah tersebut.

Mengapa harus yang manis? Sebab buah ini dipergunakan untuk mengangkat gula darah tubuh yang menurun setelah berpuasa seharian.

dr Maulana Suryamin, SpPD-KGH dari RS Persahabatan Rawamangun menjelaskan di antara lima jenis rasa, yaitu manis, pedas, asam, asin dan gurih, rasa manis dianggap sebagai rasa yang ‘paling aman’ untuk meningkatkan nafsu makan.

“Makanya kalau nggak ada kurma, bukan berarti kita tidak boleh buka dengan yang lain. Bisa dengan sirup atau kolak,” paparnya.

Akan tetapi sebenarnya menurut dr Maulana, semua buah bisa dijadikan menu berbuka, tergantung selera masing-masing.

Di sisi lain, praktisi gizi dari RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Saptawati Bardosono, MSc mengingatkan, buah hanya berfungsi sebagai makanan selingan atau makanan pembuka sebelum mengonsumsi makanan utama. Ini dikarenakan kandungan kalorinya yang relatif rendah, sehingga tidak cocok dijadikan hidangan utama.

Dalam kesempatan terpisah, dr Inge mengungkapkan kalori yang dikandung buah rata-rata hanya sebesar 40 kalori. Itu berarti menu ideal untuk berbuka puasa tetaplah yang mengandung gizi seimbang, yaitu karbohidrat, protein, dan vitamin dari sayur maupun buah, bukan hanya buah saja atau nasi saja.